Mengetahui Gunung Everest Sebagai Puncak Tertinggi di Bumi


Bagi mereka yang gemar mendaki gunung, menaklukan Gunung Everest menjadi impian yang harus diwujudkan. Termasuk dalam salah satu dari tujuh puncak tertinggi di dunia, Gunung Everest dikenal sebagai gunung yang sulit ditaklukan.

Radhanath Sikdar, juru ukur dan pakar matematika dari Bengal, merupakan orang pertama yang menyatakan Puncak Everest sebagai puncak tertinggi melalui perhitungan trigonometrik pada 1852. Perhitungan ini dilakukan menggunakan teodolit dari jarak 150 mil jauhnya di India. Sebagian rakyat India percaya bahwa puncak tersebut semestinya dinamakan menurut Sikdar, bukan Everest.

Gunung ini mempunyai ketinggian sekitar 8.850 m; walaupun terdapat variasi dari segi ukuran (baik pemerintah Nepal maupun Tiongkok belum mengesahkan ukuran ini secara resmi, ketinggian Puncak Everest masih dianggap 8.848 m oleh mereka). Gunung Everest pertama kali diukur pada tahun 1856 mempunyai ketinggian 8.839 m, tetapi dinyatakan sebagai 8.840 m (29.002 kaki). Tambahan 0,6 m (2 kaki) menunjukkan bahwa pada masa itu ketinggian yang tepat sebesar 29.000 kaki akan dianggap sebagai perkiraan yang dibulatkan.

Gunung Everest ditemukan pada 1841 oleh George Everest yang merupakan Surveyor General of India dari 1830 - 1843. Gunung Everest juga disebut Chomolungma oleh orang-orang Tibet yang memiliki arti Mother of the Universe. 

Sebagai gunung tertinggi di dunia, Gunung Everest tentu masuk dalam daftar Seven Summits atau puncak-puncak tertinggi di tujuh benua. Keenam gunung lainnya yang masuk dalam daftar ini adalah Gunung Carstenz Pyramid di Papua, Gunung Elbrus di Rusia, Gunung Kilimanjaro di Tanzania, Gunung Aconcagua di Argentina, Gunung Vinson di Antartika, dan Gunung Denali di Alaska.

Dikutip dari Nepalsanctuarytreks, ada sekitar 200 pendaki yang tewas di sana. Medan yang sangat sulit menjadi salah satu faktor penyebab tewasnya para pendaki di Gunung Everest. 
Mayat pendaki tersebut masih berada di sekitar Gunung. Tahun paling mematikan bagi pendaki Gunung Everest adalah 1996, ketika kurang lebih sekitar 15 pendaki meninggal dunia di sana.

Dengan ketinggian mencapai 8.848 meter, tekanan udara di puncak Everest hanya sepertiga dari tekanan udara di wilayah yang setara dengan permukaan air laut. Ini menjadikan oksigen sebagai sesuatu yang langka di ketinggian ini. Pendaki pun harus mengandalkan tabung oksigen jika ingin mencapai puncak Everest.

Para pendaki Gunung Everest diketahui banyak yang tidak membuang sampah pada tempatnya. Sampah-sampah seperti tenda, peralatan pendakian, dan tabung gas kosong ditemukan di beberapa titik di lereng Gunung Everest. Gletser yang mencari juga semakin memperlihatkan sampah-sampah yang telah terakumulasi di puncak gunung selama bertahun-tahun. Menurut sagarmatha Pollution Control Committee (SPCC), pada 2017 sekitar 25 ton sampah dan 15 ton limbah manusia dibawa dari Gunung Everest. 

Ada 17 rute pendakian yang bisa dipilih pendaki untuk mencapai puncak Everest. Tapi ada dua jalur yang paling populer dan sering dipilih yaitu jalur Southeast Ridge dari Nepal dan jalur North Ridge dari Tibet.

Gunung Everest berdiri dengan megah setinggi 8.850 meter di atas permukaan laut (mdpl), atau 29.035 kaki. Hal ini membuatnya dinobatkan sebagai gunung tertinggi di dunia. Para ilmuwan memperkirakan bahwa Gunung Everest sudah ada sejak 50–60 juta tahun lalu. Usia tersebut sama seperti usia seorang anak muda dalam standar geologi. Gunung Everest terbentuk oleh kekuatan yang dihasilkan saat lempeng tektonik India dan Eurasia bertabrakan. Hal tersebut mendorong bebatuan yang membentuk gunung tersebut. Hingga saat ini, kekuatan tersebut masih bekerja mendorong puncak Everest sekitar seperempat inci lebih tinggi setiap tahunnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lowongan Kerja PT Softex Indonesia Via Jobstreet (Manufaktur Produk Konsumen)

Lowongan Kerja PT. Lion Super Indo - (Retail / Merchandise)

Lowongan Kerja Terbaru PT Bank Central Asia (Bank BCA)